7 April 2026
Bengkulu – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu terus memperkuat kualitas layanan bagi warga binaan, terutama di bidang kesehatan. Klinik Pratama Rutan Bengkulu menjadi fokus utama dalam memastikan setiap warga binaan memperoleh akses pelayanan kesehatan yang memadai, baik untuk kebutuhan rutin maupun penanganan kondisi darurat, Selasa (7/4).
Karutan Bengkulu, Tomy Yulianto, menyampaikan bahwa layanan kesehatan merupakan bagian penting dari pemenuhan hak asasi manusia di lingkungan pemasyarakatan. “Klinik Pratama kami tidak hanya menyediakan pengobatan, tetapi juga menekankan edukasi dan pencegahan agar warga binaan memahami pentingnya menjaga kesehatan,” ujarnya.
Selain pelayanan medis, Klinik Pratama aktif mengadakan program promotif dan preventif, seperti penyuluhan pola hidup bersih dan sehat, pencegahan penyakit menular, serta pendampingan kesehatan mental. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan rutan yang sehat, aman, dan kondusif, sekaligus meningkatkan kesadaran warga binaan untuk menjaga kesehatan diri selama menjalani masa pembinaan.
Data internal Rutan Bengkulu menunjukkan bahwa keluhan kesehatan yang paling sering muncul antara lain infeksi saluran pernapasan, gangguan kulit, dan masalah pencernaan. Dengan pengelolaan klinik yang profesional, beberapa kasus penyakit menular berhasil dicegah melalui deteksi dini dan penanganan yang tepat.
Ke depan, Rutan Bengkulu berencana mengembangkan layanan Klinik Pratama melalui digitalisasi pencatatan medis, penambahan fasilitas laboratorium sederhana, serta peningkatan kapasitas tenaga medis. Harapannya, klinik ini dapat menjadi model layanan kesehatan yang modern, ramah, dan berfokus pada pemenuhan hak-hak warga binaan secara menyeluruh.
“Layanan kesehatan yang baik bukan hanya soal mengobati, tetapi juga menumbuhkan kesadaran warga binaan untuk menjaga kondisi fisik dan mental mereka. Kami berkomitmen menghadirkan layanan yang profesional dan humanis,” tambah Tomy Yulianto.
Dengan langkah-langkah tersebut, Klinik Pratama Rutan Bengkulu diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, serta menjadi contoh praktik terbaik bagi layanan kesehatan di lembaga pemasyarakatan lainnya.




















