Mojokerto – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid At-Taubah Lapas Mojokerto saat warga binaan mengikuti salat Isya dan Tarawih berjamaah yang dilanjutkan dengan kultum Ramadan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan selama bulan suci Ramadan, Sabtu malam (8/3).
Ratusan warga binaan tampak antusias mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib. Usai salat Tarawih berjamaah, mereka mendengarkan kultum yang berisi pesan-pesan keagamaan tentang pentingnya meningkatkan ketakwaan serta memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperbaiki diri.
Dalam kultum tersebut disampaikan bahwa Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri. Warga binaan diajak menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk memperbaiki perilaku dan menata kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan rohani yang rutin dilaksanakan di Lapas Mojokerto selama Ramadan. Selain memperkuat keimanan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan ketenangan batin bagi warga binaan dalam menjalani masa pembinaan.
Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, mengatakan bahwa kegiatan keagamaan seperti salat Tarawih dan kultum merupakan bagian penting dari program pembinaan bagi warga binaan.
“Melalui kegiatan ibadah dan siraman rohani ini kami berharap warga binaan dapat meningkatkan keimanan serta menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki diri agar kelak kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” ujar Rudi.
Salah satu warga binaan mengaku bersyukur dapat mengikuti rangkaian ibadah Ramadan di dalam lapas. Ia merasa kegiatan seperti kultum Tarawih memberikan motivasi dan ketenangan batin selama menjalani masa pembinaan di Lapas Mojokerto.





















