Siapa tak suka pisang? Si kuning cantik ini, punya rasa manis dan lezat. Selain karena rasanya, pisang sering dikonsumsi karena sangat mudah dijumpai di mana pun dan kapan pun. Beragam jenis pisang tersedia, baik di pasar tradisional maupun supermarket. Untuk kandungan gizi sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Dengan harga yang terjangkau dan manfaat yang begitu banyaknya, pantas jika buah pisang ini menjadi favorit bagi semua orang.
Kepopulerannya pun tidak kalah dalam dunia olahraga. Karena kandungan gizinya, pisang menjadi primadona bagi para atlet dari berbagai cabang olahraga. Untuk para penggemar olahraga, sudah menjadi hal yang biasa ketika melihat atlet mengonsumsi buah pisang di kala jeda pertandingan. Pun saat melakukan latihan, buah ini tidak boleh ketinggalan
Pisang adalah buah sumber karbohidrat dan kalium. Karbohidrat yang terkandung dalam buah pisang meliputi karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat ini akan digunakan sebagai sumber energi dalam tubuh. Karbohidrat sederhana dicerna dengan cepat sehingga dapat menyediakan energi dalam waktu yang singkat. Hal ini bermanfaat pada saat atlet melakukan gerakan-gerakan yang cepat, baik saat bertanding maupun berlatih. Sementara itu, karbohidrat kompleks dicerna dalam waktu yang lebih lama dan menyediakan energi yang lebih tahan lama pula. Karbohidrat ini berfungsi terutama ketika atlet melakukan gerakan yang bersifat ketahanan.
Karbohidrat akan diubah menjadi glukosa di dalam tubuh. Glukosa tersebut kemudian disimpan dalam bentuk glikogen di hati dan otot serta dalam aliran darah sebagai glukosa darah. Pengaturan konsumsi karbohidrat sebelum maupun selama olahraga bertujuan untuk menjaga kadar glukosa darah dan pemulihan simpanan glikogen otot. Jika energi terus menerus digunakan, simpanan glikogen tersebut akan dipecah. Simpanan yang berkurang akibat aktivitas olahraga menyebabkan terakumulasinya asam laktat sehingga dapat menyebabkan kelelahan otot dan pada akhirnya dapat menurunkan performa atlet.
Selain zat makronutrien seperti karbohidrat, kalium yang merupakan zat mikronutrien pun memiliki fungsi yang baik bagi tubuh. Kandungan kalium pada buah pisang memiliki fungsi sebagai elektrolit dan pengatur keseimbangan cairan. Perubahan elektrolit dapat memengaruhi transmisi saraf dan kontraksi otot. Ketika berolahraga, tubuh akan kehilangan mineral melalui keringat sehingga perlu diganti dengan mengonsumsi buah seperti pisang.
Sama seperti karbohidrat, kalium dalam pisang juga berperan dalam mencegah kelelahan. Kalium berfungsi dalam memelihara kerja otot dan mencegah kram. Kontraksi otot disebabkan oleh adanya interaksi antara aktin dan miosin. Kekurangan kalium akan menyebabkan gangguan keseimbangan antara ion K+, Na+, dan H2O yang akan berpengaruh pada depolarisasi sarkolemal dan membran T tubular. Hal ini akan berakibat pada terganggunya aktivasi Ca+ dan suplai energi. Ion Ca+ inilah yang membuat interaksi antara aktin dan miosin dapat terjadi. Jika jumlah kalium dalam tubuh tidak mencukupi, proses kontraksi dapat terganggu. Kontraksi otot akan menjadi lemah sehingga mengakibatkan kelelahan.
Pada salah satu penelitian bahkan dikatakan bahwa pisang dapat menjadi pengganti doping. Seperti kita tahu, doping adalah obat yang dikonsumsi dengan tujuan melindungi kondisi fisik dan psikologis serta meningkatkan performa. Karena memiliki dampak negatif bagi atlet, penggunaan doping ini pun dilarang. Menurut penelitian tersebut, pisang dan beberapa makanan alami lain dapat digunakan sebagai makanan fungsional untuk menggantikan fungsi doping.
Membicarakan buah yang satu ini memang seakan tidak ada habis-habisnya. Masih banyak zat gizi yang terkandung dalam pisang dengan kegunaannya yang beragam. Kita semua tentu menginginkan tubuh yang sehat. Untuk atlet, tubuh yang sehat adalah modal yang sangat berharga. Salah satu kunci untuk dapat mencapai performa yang optimal adalah dengan menjaga makanan. Beda jenis olahraga, maka beda pula asupan yang dibutuhkan. Oleh karena itu, konsumsi makanan harus diperhatikan untuk memastikan tubuh mendapat asupan sesuai dengan kebutuhan. Tak hanya teknik dan taktik yang matang, kondisi fisik yang prima juga diperlukan untuk mengantarkan atlet meraih prestasi gemilang.

























