Banda Naira, INFO_PAS – Guna menghasilkan insan Pemasyarakatan yang unggul, berikan dan bertaqwa, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira gelar program pembelajaran baca Al-Qur’an dan Iqra bagi Warga Binaan pada Ramadan 1447 Hijriah, Jumat (27/2). Kegiatan yang berlangsung di Musala At-Taubat ini melibatkan peserta program magang Kementerian Ketenagakerjaan Batch III.
Pembelajaran dilaksanakan dengan materi yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing Warga Binaan, mulai dari pengenalan huruf Hijaiyah melalui Iqra, hingga peningkatan tajwid dan kelancaran membaca Al-Qur’an. Pendekatan pembinaan dilakukan secara bertahap dan personal guna memastikan setiap Warga Binaan memperoleh pemahaman yang baik sesuai kemampuan masing-masing.
Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, menyampaikan kegiatan ini merupakan upaya membantu Warga Binaan untuk mendapatkan ilmu keagamaan sekaligus menumbuhkan sikap disiplin, khususnya pada Ramadan yang penuh keberkahan.
“Ramadan adalah momentum yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai keimanan dan ketakwaan. Pembelajaran Al-Qur’an dan Iqra tentunya sangat bermanfaat dan berharga bagi Warga Binaan Muslim. Saya sangat berharap program ini memberikan ilmu secara merata sehingga para Warga Binaan bisa membaca Al-Quran dengan lancar,” harapnya.
Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menyampaikan apresiasi kepada Peserta Magang atas kontribusi nyata dalam mendukung program pembinaan keagamaan di Lapas.
“Kami sangat berterima kasih kepada para peserta magang yang telah mengabdikan waktu dan ilmu mereka untuk membantu Warga Binaan memperbaiki kemampuan membaca Al-Qur’an. Ini adalah bagian penting dari pembinaan spiritual yang diharapkan dapat menjadi bekal positif setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembinaan kepribadian tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, melainkan pada proses berkelanjutan yang berdampak nyata. Menurutnya, kemampuan membaca Al-Qur’an dan memahami ajaran agama akan menjadi bekal moral yang kuat dalam menjalani kehidupan setelah bebas nanti.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan, Topan, mengaku merasakan manfaat besar dari kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa sebelumnya dirinya belum lancar membaca Al-Qur’an.
“Melalui bimbingan yang sabar, saya mulai memahami cara membaca yang benar. Kegiatan ini membuat hati saya lebih tenang dan menumbuhkan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Melalui pembinaan keagamaan yang konsisten, Lapas Bandanaira berharap dapat melahirkan Warga Binaan yang tidak hanya bebas secara hukum, tetapi juga siap kembali ke masyarakat dengan akhlak dan karakter yang lebih baik. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi nyata Lapas Bandanaira dalam mendukung tujuan sistem Pemasyarakatan, yakni membentuk insan yang produktif, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. (Humas/LT)






















