Pelataran, Kalsel, (27/2/2026) – Harapan kadang tidak benar-benar padam. Ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk kembali menyala. Begitulah kisah perjalanan seorang talenta muda sepak bola Indonesia yang pernah disebut sebagai wonderkid Persela Lamongan, lalu sempat menghilang akibat cedera panjang, dan kini kembali menapaki jalur profesional. Lapangan hijau kembali menjadi saksi kebangkitan yang penuh tekad.
Archel Youfuz Prasetyo merupakan pesepak bola muda asal Jawa Timur yang namanya pernah mencuri perhatian publik sepak bola usia muda nasional. Karier Archel Youfuz Prasetyo bermula bersama Persela Lamongan kelompok Elite Pro Academy atau EPA. Status sebagai pemain binaan usia muda Persela Lamongan membawa Archel Youfuz Prasetyo menonjol berkat kecepatan, visi permainan, serta ketenangan mengolah bola. Panggilan latihan Pekan Olahraga Nasional tahun 2021 untuk mewakili Jawa Timur menjadi bukti pengakuan atas kualitasnya. Tak lama berselang, undangan seleksi Timnas Indonesia U 17 pada pusat latihan kawasan Depok, Jawa Barat, semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu prospek menjanjikan sepak bola nasional. Publik Lamongan kala itu menaruh harapan besar terhadap sosok Archel Youfuz Prasetyo sebagai calon bintang masa depan. Perjalanan karier yang menanjak membuat manajemen Persela menarik Archel dari tim EPA menuju skuad senior meski usia masih tergolong sangat muda. Momentum tersebut menjadi fase penting karena kesempatan debut bersama tim senior hampir menjadi kenyataan. Namun takdir berkata lain. Cedera serius menghampiri tepat menjelang peluang tampil resmi bersama tim utama. Harapan yang telah terbang tinggi mendadak terhenti. Proses pemulihan berjalan panjang dan tidak mudah.
Cedera tersebut memaksa Archel menjalani masa vakum beberapa tahun. Fase tersebut bukan sekadar jeda kompetisi, melainkan ujian mental serta ketahanan karakter. Banyak pemain muda gagal bangkit setelah cedera berat, terlebih ketika momentum emas terlewat. Namun Archel memilih tetap berlatih, menjaga kondisi fisik, serta mempertahankan mimpi yang sempat tertunda. Lingkungan keluarga serta dukungan rekan dekat menjadi penguat selama proses pemulihan.
Sepak bola Indonesia mengenal banyak kisah talenta muda yang redup sebelum bersinar. Namun kisah Archel menghadirkan babak berbeda. Kontrak resmi bersama Kotabaru FC yang berkompetisi pada Liga 4 Indonesia menjadi tanda kebangkitan. Klub tersebut melihat potensi yang masih tersimpan serta pengalaman berharga yang pernah dimiliki Archel pada level pembinaan elite dan panggilan tim nasional usia muda. Liga 4 Indonesia memang bukan kasta tertinggi, namun kompetisi tersebut menjadi panggung realistis bagi pemain yang ingin membangun ulang reputasi. Archel memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai titik awal baru. Latihan intensif serta adaptasi bersama tim berjalan positif. Pelatih Kotabaru FC menilai pengalaman Archel bersama Persela Lamongan serta panggilan seleksi Timnas U 17 menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki banyak pemain seusianya.
Kembalinya Archel Youfuz Prasetyo membawa narasi kebangkitan yang kuat. Sosok yang dahulu disebut wonderkid Persela Lamongan kini hadir dengan kedewasaan lebih matang. Cedera panjang membentuk mental yang lebih tangguh. Ambisi tetap sama, hanya jalur yang berbeda. Target jangka pendek berfokus pada konsistensi performa bersama Kotabaru FC. Target jangka panjang tentu kembali menembus level kompetisi lebih tinggi serta membuka peluang kembali mencicipi atmosfer tim nasional. Publik sepak bola Jawa Timur tentu menaruh perhatian pada perkembangan ini. Nama Archel Youfuz Prasetyo kembali muncul sebagai topik pembicaraan pencinta sepak bola daerah. Perjalanan karier yang sempat terhenti kini menemukan arah baru. Cerita kebangkitan tersebut menjadi pengingat bahwa talenta tidak pernah benar-benar hilang selama tekad masih terjaga.
Lapangan hijau selalu memberi ruang bagi mereka yang ingin kembali. Archel Youfuz Prasetyo memilih bangkit, bukan menyerah. Kontrak bersama Kotabaru FC menjadi babak lanjutan dari perjalanan panjang seorang pemain muda yang pernah diproyeksikan menjadi masa depan Persela Lamongan dan sepak bola Jawa Timur. Kini, langkah baru telah dimulai. Waktu akan menjawab sejauh mana kebangkitan tersebut membawa Archel kembali menuju panggung yang lebih besar.


























