Sumenep – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Arjasa menunjukkan dedikasi luar biasa dengan terjun langsung mengerjakan berbagai proyek pengelasan di lingkungan Lapas. Di bawah pengawasan ketat dan bimbingan teknis dari para petugas, mereka mempraktikkan teknik menyambung besi secara presisi untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur internal. Aksi lapangan ini bukan sekadar simulasi, melainkan ajang pembuktian nyata atas ketangkasan, ketelitian, dan profesionalisme yang telah mereka pelajari selama masa pembinaan.
Kegiatan praktis ini merupakan pilar utama dari program pembinaan kemandirian yang dirancang khusus untuk mencetak sumber daya manusia yang produktif dan kompeten. Dengan terlibat dalam pekerjaan konstruksi nyata, para WBP mendapatkan pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Hal ini bertujuan agar setiap individu memiliki nilai tawar yang tinggi dan kesiapan mental yang kuat saat kembali berinteraksi dengan dunia kerja di luar jeruji besi.
Lebih dari sekadar keterampilan teknis, program ini juga menjadi sarana bagi WBP untuk membangun rasa percaya diri dan tanggung jawab terhadap hasil karya mereka. Setiap sambungan las yang mereka kerjakan menjadi simbol transformasi diri dari masa lalu menuju pribadi yang lebih bermanfaat. Lapas Arjasa secara konsisten menyediakan ruang bagi mereka untuk terus berkarya, memastikan bahwa waktu yang dihabiskan di dalam lembaga tetap bernilai guna bagi pengembangan potensi diri.
Melalui sinergi antara bimbingan petugas dan semangat belajar WBP, Lapas Arjasa berkomitmen untuk terus melahirkan lulusan pembinaan yang mandiri dan berdaya saing. Pengalaman kerja kompetitif yang didapat selama di Lapas diharapkan menjadi modal utama bagi mereka untuk berdikari dan membuka peluang usaha baru. Dengan demikian, mereka tidak hanya pulang dengan membawa keahlian, tetapi juga membawa harapan baru untuk berkontribusi positif bagi masyarakat luas.
(Humas Lapas Arjasa)




















