14 Februari 2026
BENGKULU – Peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch 2 di Rutan Kelas IIB Bengkulu menggelar kegiatan penyuluhan psikologis bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang dilaksanakan di Masjid At-Taubah Rutan Bengkulu, Sabtu (14/2). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penguatan mental serta motivasi kepada warga binaan dalam menjalani masa pembinaan, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan.
Kegiatan tersebut didampingi langsung oleh Psikolog Rutan Bengkulu, Amalia Hana Firdausi, yang turut memberikan arahan serta pendalaman materi kepada peserta dan warga binaan. Pendampingan ini memastikan penyampaian materi berjalan sesuai dengan prinsip layanan psikologis dan pembinaan yang humanis.
Dalam penyuluhan tersebut, peserta magang menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, mengelola stres, serta membangun pola pikir positif selama menjalani masa pidana. Warga binaan diajak untuk memahami bahwa masa pembinaan merupakan kesempatan untuk refleksi diri, memperbaiki sikap, serta merencanakan kehidupan yang lebih baik setelah bebas nantinya.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para WBP diberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman pribadi serta tantangan emosional yang dihadapi selama berada di dalam rutan. Diskusi yang terbangun berjalan terbuka, sehingga tercipta komunikasi dua arah yang konstruktif.
Dalam arahannya, Amalia Hana Firdausi menekankan bahwa aspek psikologis memiliki peran penting dalam keberhasilan proses pembinaan. “Ketahanan mental dan kemampuan mengelola emosi sangat menentukan bagaimana seseorang menjalani masa pembinaan. Dengan mental yang sehat, warga binaan dapat lebih fokus pada perubahan diri dan pengembangan potensi,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi inisiatif peserta magang Kemnaker Batch 2 yang telah menunjukkan kepedulian serta kontribusi nyata dalam mendukung program pembinaan di Rutan Bengkulu. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi positif antara dunia pendidikan dan institusi pemasyarakatan.
Sementara itu, perwakilan peserta magang menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam memahami dinamika psikologis warga binaan. Mereka belajar bahwa pendekatan empati, komunikasi yang baik, serta dukungan moral sangat dibutuhkan dalam membantu individu menghadapi tekanan mental.
Kegiatan penyuluhan ditutup dengan sesi refleksi dan doa bersama di Masjid At-Taubah. Diharapkan melalui kegiatan ini, warga binaan semakin termotivasi untuk menjalani masa pembinaan dengan sikap optimis, mental yang lebih kuat, serta kesiapan menghadapi kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.






















