9 Februari 2026 – Bengkulu — Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu, Tomy Yulianto, memimpin langsung apel pagi rutin yang digelar di halaman Rutan Bengkulu, Senin (9/2). Kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai sarana penguatan komitmen seluruh jajaran dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta integritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Apel pagi diikuti oleh pejabat struktural, seluruh pegawai, petugas pengamanan, serta peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Batch 2 yang saat ini tengah melaksanakan program magang di Rutan Bengkulu. Kehadiran peserta magang tersebut diharapkan dapat menambah wawasan sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan sejak dini di lingkungan kerja pemasyarakatan.
Dalam amanatnya, Karutan Tomy Yulianto menekankan pentingnya sikap waspada dan kepedulian terhadap situasi sekitar sebagai langkah awal dalam mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban. Ia mengingatkan bahwa dinamika lingkungan pemasyarakatan menuntut setiap petugas untuk selalu siap, sigap, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas.
“Keamanan tidak hadir dengan sendirinya, tetapi harus dibangun melalui kedisiplinan, kepekaan, dan kerja sama yang baik. Setiap personel wajib memahami peran masing-masing serta tidak mengabaikan hal-hal kecil yang berpotensi menimbulkan masalah,” tegas Tomy.
Lebih lanjut, Tomy Yulianto menekankan bahwa menjaga stabilitas kamtib bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas pengamanan, melainkan kewajiban seluruh unsur yang ada di Rutan, termasuk staf administrasi. Sinergi lintas bagian dinilai sangat penting agar pengawasan dan pelayanan dapat berjalan optimal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pada kesempatan tersebut, Karutan Bengkulu juga memberikan penekanan terkait pentingnya integritas dan profesionalisme. Ia mengajak seluruh jajaran, termasuk peserta magang, untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran, etika kerja, serta menjauhi segala bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun institusi.
“Integritas adalah modal utama dalam bekerja. Dengan menjaga sikap dan perilaku yang baik, kita turut menjaga marwah organisasi serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan,” tutup Tomy Yulianto.





















