Pelataran.Com//LAMONGAN, Jawa Timur – Kegiatan dragon boat bertajuk Ansor Dragon Boat Cup 2026 sukses digelar dengan semarak di kawasan Bengawan Jero, tepatnya di Sungai Desa Blawi, Kecamatan Karangbinangun, Lamongan, Minggu (8/2/2026). Acara yang dirancang untuk merayakan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, melainkan juga sebagai langkah kreatif untuk mengubah kondisi banjir menjadi kesempatan positif guna menggerakkan potensi pariwisata, ekonomi, dan kebersamaan masyarakat lokal.
Minggu, 8 Februari 2026 – Acara di Tengah Musim Banjir
Acara berlangsung pada hari Minggu pagi hingga sore hari, tepat pada tanggal 8 Februari 2026. Meski kawasan Bengawan Jero sedang menghadapi musim banjir, kondisi itu tidak menghalangi antusiasme panitia, peserta, dan penonton yang datang dari berbagai wilayah Jawa Timur. Suasana sungai menjadi meriah dengan suara sorakan, musik, dan keberadaan dragon boat yang berwarna-warni meluncur di permukaan air.

Sungai Desa Blawi, Bengawan Jero – Kawasan dengan Potensi Pariwisata
Lokasi acara dipilih di Sungai Desa Blawi, yang merupakan bagian dari kawasan Bengawan Jero di Kecamatan Karangbinangun, Lamongan. Kawasan ini dikenal dengan keindahan alam sungai dan potensi pariwisata yang belum sepenuhnya digali. Menurut Bupati Lamongan, pemilihan lokasi ini bertujuan untuk memperkenalkan Bengawan Jero sebagai destinasi sport tourism yang menarik.
GP Ansor Sebagai Penyelenggara, Didukung Pejabat dan Masyarakat
Acara di selenggarakan oleh PAC GP Ansor Karangbinangun dan diresmikan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur, Muhammad Hadi Wawan Guntoro. Hadir juga pejabat penting seperti Bupati Lamongan Dr. Yuhronur Efendi (YES), Kapolres Lamongan AKBP Arief Fazlurrahman, jajaran Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Jawa Timur, serta tokoh masyarakat. Selain itu, ada 16 tim peserta yang berpartisipasi dari berbagai kota di Jawa Timur, seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Malang. Penonton yang mencapai ribuan orang juga menghadiri acara untuk menyaksikan spektakuler dragon boat.
Kompetisi Dragon Boat dan Festival Jajanan Lokal
Selain kompetisi dragon boat dengan lintasan sepanjang 300 meter, acara juga dilengkapi dengan Festival Jajanan Bengawan Jero yang melibatkan lebih dari 50 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat. Para UMKM menjual makanan khas Lamongan, kerajinan tangan, dan produk lokal lainnya. Hasil kompetisi menunjukkan dominasi Baruna Paddle Club yang meraih juara 1, 2, dan 3, sedangkan juara 4 diraih oleh Klub Putra Satria.
Rayakan Harlah NU, Dorong Ekonomi, dan Perkuat Kebersamaan
Acara ini diadakan dengan beberapa tujuan utama: pertama, merayakan Harlah 1 Abad NU sebagai simbol keberadaan organisasi agama yang besar di Indonesia. Kedua, menggerakkan ekonomi lokal melalui partisipasi UMKM dan kunjungan penonton. Ketiga, memperkuat kebersamaan antarmasyarakat dan mempromosikan olahraga dayung sebagai aktivitas sehat. Selain itu, panitia juga ingin menunjukkan bahwa kondisi banjir tidak harus menjadi hambatan, melainkan bisa diubah menjadi kesempatan untuk melakukan aktivitas positif dan mendidik masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian sungai.
Disusun Rapi dengan Dukungan Pemerintah dan Pengawasan Keamanan

Penyelenggaraan acara dilakukan dengan perencanaan matang, didukung oleh pemerintah kabupaten dan provinsi. Panitia menyediakan lintasan yang aman sepanjang 300 meter, sementara Kapolres Lamongan menegaskan bahwa pengawasan dan patroli akan ditingkatkan untuk menjaga keselamatan peserta dan penonton, terutama mengingat meningkatnya debit air sungai. Dispora Jatim juga memberikan dukungan teknis untuk memastikan acara berjalan lancar dan sesuai dengan standar olahraga nasional.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menekankan bahwa Ansor Dragon Boat Cup 2026 diharapkan dapat menjadi agenda tahunan. Ia berencana untuk melibatkan lebih banyak UMKM dan memperluas skala acara agar dampak terhadap ekonomi dan pariwisata Bengawan Jero semakin besar. “Kami ingin kawasan ini menjadi ikon pariwisata Lamongan yang dikenal di seluruh Jawa Timur,” ujarnya.
Jurnalis – Sy




















