Bengkulu — Suasana khidmat menyelimuti Gereja Getsamani Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu pada Jumat (06/02), saat kegiatan pembinaan kerohanian agama Nasrani digelar melalui Perayaan Ekaristi Kudus yang menghadirkan penyuluh agama Kristen Katolik dan Protestan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bengkulu.
Kegiatan ini mengangkat tema “Iman sejati menuntut kesetiaan pada kebenaran” yang diambil dari Markus 6:14–29, dan dipimpin oleh RP. Paulus Yosse Pratama, SCJ. Perayaan berlangsung penuh penghayatan, diikuti oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) beragama Nasrani yang memadati ruang ibadah dengan tertib dan penuh rasa hormat.
Dalam homilinya, RP. Paulus menekankan bahwa iman bukan hanya sekadar pengakuan, tetapi harus diwujudkan dalam keberanian hidup di dalam kebenaran, sekalipun menghadapi tantangan dan konsekuensi. Kisah tentang Yohanes Pembaptis dalam Injil Markus menjadi refleksi mendalam tentang integritas, keteguhan hati, serta kesetiaan pada nilai-nilai kebenaran di tengah tekanan duniawi.
“Iiman yang sejati terlihat dari kesetiaan kita pada kebenaran, bahkan saat itu tidak mudah. Tuhan memanggil kita untuk tetap teguh, termasuk di tempat dan situasi apa pun,” pesan RP. Paulus di hadapan jemaat.
Kegiatan pembinaan kerohanian ini menjadi bagian penting dari program pembinaan kepribadian di Lapas Bengkulu, yang bertujuan membentuk karakter warga binaan agar semakin sadar diri, memiliki pegangan moral, serta mampu memperbaiki kualitas hidup secara rohani. Melalui pendampingan rutin dari penyuluh agama Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, pembinaan spiritual diharapkan menjadi fondasi kuat dalam proses pembinaan menyeluruh.
Ibadah ditutup dengan doa bersama untuk kedamaian, kekuatan iman, serta harapan akan kehidupan yang lebih baik ke depan. Warga binaan tampak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh ketenangan, menunjukkan bahwa pembinaan kerohanian menjadi ruang refleksi yang bermakna di balik tembok pemasyarakatan.





















