6 Februari 2026 – Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam pemenuhan hak keagamaan warga binaan dengan menyelenggarakan kegiatan pembinaan rohani agama Buddha. Kegiatan ini dilaksanakan di aula Rutan Bengkulu pada Kamis (5/2) dan diikuti oleh warga binaan pemeluk agama Buddha.
Pelaksanaan pembinaan tersebut merupakan hasil sinergi antara Rutan Bengkulu dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan kepribadian di lingkungan pemasyarakatan. Melalui kegiatan ini, warga binaan diberikan ruang untuk menjalankan ibadah dan memperdalam nilai-nilai spiritual sesuai dengan keyakinannya.
Kepala Rutan Bengkulu, Tomy Yulianto, menegaskan bahwa layanan pembinaan keagamaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan warga binaan. Menurutnya, setiap individu tetap memiliki hak untuk beribadah dan mendapatkan bimbingan rohani meskipun sedang menjalani masa pidana. “Rutan Bengkulu berupaya memastikan seluruh warga binaan memperoleh pelayanan keagamaan secara adil dan setara sesuai agama dan kepercayaannya,” ungkap Tomy.
Dalam kegiatan tersebut, pembimbing rohani dari Kementerian Agama memberikan materi pembinaan yang meliputi pembacaan paritta, pendalaman ajaran Buddha, serta penguatan nilai moral dan etika berdasarkan dhamma. Warga binaan juga diajak untuk berdialog dan merefleksikan pengalaman spiritual sebagai sarana introspeksi dan pengendalian diri.
Lebih lanjut, Tomy menyampaikan bahwa pembinaan rohani memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan sikap mental warga binaan. Melalui pendekatan spiritual, diharapkan warga binaan mampu menumbuhkan kesadaran diri, memperbaiki perilaku, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.
Kegiatan pembinaan keagamaan ini sekaligus mencerminkan penerapan prinsip pemasyarakatan yang menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia. Rutan Bengkulu berkomitmen untuk terus menyediakan fasilitas dan layanan ibadah yang layak sebagai bagian dari pembinaan menyeluruh bagi warga binaan.
Dengan adanya pembinaan rohani agama Buddha ini, diharapkan tercipta suasana kehidupan rutan yang harmonis serta tumbuhnya sikap saling menghormati antarumat beragama di lingkungan pemasyarakatan.





















