Bengkulu — Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Adm. Kamtib) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu melaksanakan kegiatan pengecekan dan perawatan sarana prasarana (sarpras) pengamanan berupa perlengkapan Pakaian Huru-Hara (PHH).
Kegiatan ini merupakan langkah preventif guna memastikan seluruh peralatan pendukung pengendalian gangguan keamanan dalam kondisi siap pakai. PHH sendiri merupakan seperangkat perlengkapan dan prosedur yang digunakan petugas dalam mengantisipasi serta menghadapi potensi kerusuhan massa atau situasi huru-hara, sekaligus sebagai perlindungan diri bagi petugas dari risiko cedera saat menjalankan tugas pengamanan.
Petugas Adm. Kamtib melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap setiap komponen perlengkapan, mulai dari helm pelindung, rompi anti benturan, tameng, tongkat, hingga perlengkapan pendukung lainnya. Selain pengecekan fisik, dilakukan pula pembersihan, perawatan, serta penataan ulang peralatan agar mudah dijangkau sewaktu-waktu dibutuhkan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menegaskan bahwa kesiapan peralatan pengamanan menjadi aspek penting dalam menjaga stabilitas lapas, khususnya menjelang bulan suci. “Pengecekan dan perawatan perlengkapan PHH ini merupakan bentuk kesiapsiagaan kami dalam mengantisipasi setiap potensi gangguan kamtib, terlebih menjelang Ramadhan di mana aktivitas di dalam lapas cenderung meningkat. Kami ingin memastikan seluruh petugas didukung peralatan yang layak dan siap digunakan kapan saja,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa keamanan merupakan prioritas utama dalam mendukung kelancaran seluruh program pembinaan. “Dengan sarpras yang optimal serta petugas yang siaga, kami berkomitmen menjaga Lapas Bengkulu tetap aman, tertib, dan kondusif selama Ramadhan,” ujar Julianto.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Kelas IIA Bengkulu dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan pemasyarakatan, khususnya pada momen Ramadhan yang identik dengan meningkatnya aktivitas pembinaan, layanan kunjungan, serta dinamika kegiatan warga binaan. Dengan kesiapan sarpras yang optimal, diharapkan potensi gangguan kamtib dapat dicegah sedini mungkin melalui deteksi dini, kesiapsiagaan petugas, serta kelayakan peralatan pengamanan.





















