Bengkulu – Komitmen meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara terus diperkuat Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Bengkulu. Hal tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan dalam Sosialisasi dan Aktivasi Sistem Pembayaran melalui Cash Management System (CMS) yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bengkulu, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Bengkulu ini merupakan tindak lanjut dari upaya optimalisasi digitalisasi pembayaran Uang Persediaan (UP) pada satuan kerja mitra Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bengkulu. Sosialisasi ini diikuti oleh para bendahara dan pengelola keuangan satuan kerja pemasyarakatan se-Provinsi Bengkulu.
Balai Pemasyarakatan Kelas I Bengkulu dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Bendahara Pengeluaran, Afra Rizo, yang mengikuti seluruh rangkaian sosialisasi dan aktivasi aplikasi CMS. Peserta dibekali pemahaman teknis terkait penggunaan sistem pembayaran non-tunai yang terintegrasi dengan perbankan dan sistem keuangan negara.
Afra Rizo menyampaikan bahwa penerapan CMS menjadi langkah penting dalam mendukung tata kelola keuangan yang lebih modern dan akuntabel. “Dengan CMS, setiap transaksi keuangan dapat tercatat secara real time, lebih tertib, dan mudah diawasi. Ini sangat membantu bendahara dalam memastikan penggunaan anggaran sesuai ketentuan,” ujarnya.
Menurut Afra, digitalisasi sistem pembayaran juga berdampak langsung terhadap efektivitas layanan publik. Proses administrasi keuangan yang lebih cepat dan transparan akan mendukung kelancaran pelaksanaan tugas Bapas, khususnya dalam pelayanan pembimbingan dan pendampingan klien pemasyarakatan. “Ketika pengelolaan keuangan tertib, maka kegiatan layanan kepada masyarakat dapat berjalan tepat waktu dan sesuai perencanaan,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa penggunaan CMS mampu meminimalisir risiko kesalahan administrasi serta meningkatkan pengawasan internal. Hal ini sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui sosialisasi dan aktivasi CMS ini, Bapas Kelas I Bengkulu menunjukkan kesiapan dalam mendukung transformasi digital di bidang pengelolaan keuangan negara. Diharapkan, penerapan sistem ini tidak hanya meningkatkan akuntabilitas internal, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pelayanan publik yang lebih transparan, efisien, dan profesional.(IH)




















