Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur secara konsisten melaksanakan pembacaan Catur Dharma Narapidana sebagai upaya membangun kesadaran, kedisiplinan, serta komitmen warga binaan pemasyarakatan (WBP) terhadap tata tertib dan nilai-nilai pemasyarakatan, Kamis(29/1).
Kegiatan pembacaan Catur Dharma Narapidana ini wajib dilaksanakan dan diikuti oleh seluruh WBP di dalam kamar hunian masing-masing. Selain pembacaan, sikap penghormatan juga bersifat wajib sebagai bentuk penanaman nilai disiplin, tanggung jawab, serta penghargaan terhadap aturan yang berlaku di Lapas Mojokerto. Pelaksanaan Catur Dharma Narapidana memiliki manfaat penting dalam membentuk karakter warga binaan, menumbuhkan kesadaran hukum, meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan, serta menciptakan suasana lapas yang aman, tertib, dan kondusif. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi pedoman bagi WBP dalam menjalani masa pembinaan.
Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa pembacaan Catur Dharma Narapidana merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana pembentukan sikap dan mental warga binaan. “Catur Dharma Narapidana menjadi pedoman moral bagi warga binaan. Dengan pembacaan yang dilakukan secara rutin dan disertai sikap penghormatan, kami berharap tumbuh kesadaran dan komitmen untuk mematuhi aturan serta menjalani pembinaan dengan baik,” ujar Rudi Kristiawan.
Sementara itu, salah satu warga binaan berinisial G mengaku bahwa pembacaan Catur Dharma Narapidana memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kewajiban dan tanggung jawab sebagai warga binaan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat untuk selalu bersikap disiplin dan menghargai aturan. “Dengan membaca Catur Dharma setiap hari, kami diingatkan untuk patuh, disiplin, dan menjalani pembinaan dengan sungguh-sungguh. Ini membantu kami memperbaiki diri selama menjalani masa pidana,” ungkap G.
Melalui pelaksanaan pembacaan Catur Dharma Narapidana yang dilakukan secara wajib dan konsisten, Lapas Mojokerto Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timurberkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan guna mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang tertib, aman, dan berorientasi pada perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.






















