Bengkulu — Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam memenuhi hak-hak kerohanian warga binaan dengan memfasilitasi kegiatan Ibadah Bersama Agama Kristen, Kamis (29/01).
Kegiatan ibadah ini diikuti oleh warga binaan, petugas, serta peserta magang yang beragama Kristen dan dilaksanakan dalam suasana khidmat serta penuh kekhusyukan. Pelaksanaan ibadah difasilitasi langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu, Suci Winarsih, sebagai bagian dari layanan pembinaan kepribadian berbasis kerohanian.
Rangkaian ibadah meliputi puji-pujian, doa bersama, serta pembacaan naskah Alkitab. Melalui kegiatan ini, warga binaan diberikan ruang untuk memperkuat iman dan spiritualitas sebagai bekal dalam proses pembinaan dan perubahan ke arah yang lebih baik. Sebanyak dua orang warga binaan turut mengikuti kegiatan ibadah tersebut, bersama dua orang peserta magang yang juga beragama Kristen.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu, Suci Winarsih, menyampaikan bahwa pelaksanaan ibadah bersama ini merupakan bentuk pemenuhan hak dasar warga binaan dalam menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing.
“Pemenuhan hak beribadah merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian. Kami memastikan setiap warga binaan mendapatkan kesempatan yang setara dalam menjalankan kegiatan kerohanian,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Perempuan Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan pembinaan, termasuk melalui penyelenggaraan ibadah rutin lintas agama, guna mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis dan berkeadilan.


















