


Mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Palembang melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan reproduksi dengan tema “Remaja Cerdas Menjaga Diri” sebagai upaya pencegahan pernikahan dini. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 28 Januari 2026, bertempat di SMPN 2 Rambang. Edukasi diberikan kepada siswa-siswi melalui penyampaian materi dan diskusi interaktif agar remaja memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.
Pernikahan dini masih menjadi permasalahan yang berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan masa depan remaja. Kurangnya pemahaman mengenai kesehatan reproduksi menjadi salah satu faktor yang mendorong terjadinya pernikahan usia anak. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN berinisiatif memberikan edukasi kepada remaja sebagai langkah preventif untuk membangun kesadaran dan tanggung jawab terhadap diri sendiri.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian kesehatan reproduksi, dampak pernikahan dini, serta pentingnya perencanaan masa depan. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh remaja, disertai dengan contoh-contoh yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi untuk menggali pemahaman siswa.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan. Banyak siswa yang berani bertanya dan menyampaikan pendapat terkait materi yang disampaikan. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan kondusif, sehingga pesan edukasi dapat tersampaikan dengan baik.



Melalui edukasi ini, siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan reproduksi dan risiko pernikahan dini. Kegiatan ini juga mendorong remaja untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan serta fokus pada pendidikan dan pengembangan diri demi masa depan yang lebih baik.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami jadi lebih paham pentingnya menjaga diri dan merencanakan masa depan,” ujar salah satu siswa peserta kegiatan.
Mahasiswa KKN berharap edukasi kesehatan reproduksi ini dapat memberikan dampak positif bagi remaja dalam mencegah pernikahan dini. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan bertanggung jawab.




















