Proses pembelajaran adalah hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan karena dengan pembelajaran manusia dapat menambah dan mengupdate ilmu yang bermanfaat di masa yang akan datang. Ilmu semakin berkembang dari masa ke masa, sehingga proses pembelajaran pasti juga akan berkembang. Dari yang mengggunakan metode pembelajaran sederhana sampai dengan pembelajaran yang menggunakan teknologi. Kesuksesan dalam proses pembelan Belajar bukan hanya soal nilai tapi bagaimana kita berproses untuk mendapatkan ilmu, nikmati belajarmu jangan terlalu memaksakan diri untuk mengejar nilai yang kurang berarti bagi ajaran hidupmu tidak
dari peran seorang guru. Ketersinambungan antara guru dan peserta didik akan menentukan keberhasilan pembelajaran yang berpengaruh pada pencapaian pendidikan (Rahmanda et al. 2023). Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran yaitu dengan perbaikan melalui hasil evaluasi. Evaluasi dalam pendidikan merupakan salah satu komponen yang tak kalah penting dengan proses pembelajaran. Ketika proses pembelajaran dipandang sebagai proses perubahan tingkah laku siswa, peran evaluasi proses pembelajaran menjadi sangat penting. Evaluasi merupakan suatu proses untuk mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi untuk mengetahui tingkat pencapaian tujuan pembelajaran oleh peseta didik. Sistem evaluasi yang baik akan mampu memberikan gambaran tentang kualitas pembelajaran sehingga pada gilirannya akan mampu membantu pengajar menyusun strategi pembelajaran. Bagi peserta didik sendiri, sistem evaluasi yang baik akan mampu memberikan motivasi untuk selalu meningkatkan kemampuannya (Magdalena et al. 2023).

Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam proses pembelajaran setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda. Gaya belajar merupakan cara termudah yang dimiliki oleh individu dalam menyerap, mengatur, dan mengolah informasi yang diterima. Gaya belajar yang sesuai adalah kunci keberhasilan siswa dalam belajar (Putra, Tensa, dan Erita 2020). Dengan menyadari hal ini, siswa mampu menyerap dan mengolah informasi dan menjadikan belajar lebih mudah dengan gaya belajar siswa sendiri. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa karakteristik gaya belajar yang dimiliki peserta didik merupakan salah satu modal yang berpengaruh dalam pembelajaran, pemrosesan, dan komunikasinya. Hal serupa, bila siswa tersebut mengetahui karakteristik gaya belajarnya sendiri maka siswa akan lebih mudah memotivasi dirinya dalam belajar. Gaya belajar anak seperti pintu pembuka. Setiap butir informasi yang masuk lewat pintu terbuka lebar, akan memudahkan anak memahami informasi itu (Rahmalika Putri dan Marsofiyati Marsofiyati 2024). Pada puncak pemahaman, informasi itu akan masuk ke dalam ingatan jangka panjang dan tak terlupakan seumur hidup.
Belajar bukan hanya tentang seberapa banyak materi yang kita kuasai, tetapi tentang bagaimana cara kita memahami dan mengolah informasi tersebut. Cara belajar yang tepat dapat membuat seseorang lebih mudah menangkap konsep, lebih percaya diri, serta mampu berpikir kritis dalam menghadapi berbagai permasalahan. Dengan metode belajar yang sesuai, proses belajar menjadi lebih efektif, menyenangkan, dan memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan kemampuan diri.

Mengapa cara belajar lebih penting dari materi?
1. Pemahaman yang Mendalam Membentuk Pondasi Ilmu Gaya belajar yang tepat akan membantu kita memahami konsep secara mendalam, bukan hanya menghafal. Kalau kita memahaminya, kita bisa nerapin dalam kehidupan nyata atau masalah yang kompleks sekalipun. Sebaliknya, menghafal tanpa paham membuat kita mudah lupa dan mudah bingung saat ada pertanyaan di luar materi.
2. Membangun Keterampilan Belajar yang Efektif Cara belajar yang efektif bukan cuma soal bisa ujian, tapi juga tentang bagaimana kita mengembangkan keterampilan berpikir kritis, analisis, dan pemecahan masalah. Keterampilan ini dibutuhkan untuk menghadapi tantangan di dunia nyata dan karir di depannya.
3. Membuat Proses Belajar Lebih Menyenangkan dan Memotivasi Kalau belajar dilakukan dengan metode yang sesuai, belajar jadi tidak membosankan dan malah menyenangkan. Jadi, prosesnya bukan hanya fokus pada hasil, tapi juga pengalaman belajar yang bermakna.
4. Membangun Kepercayaan Diri Kalau kita tahu cara belajar yang efektif, kita bakal merasa lebih percaya diri saat menghadapi ujian karena sudah ngerti materi dan tahu strategi belajarnya.
5. Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Mencari Informasi Gaya belajar yang tepat akan melatih kita buat jadi manusia aktif dalam mencari dan memilah informasi, tidak bergantung sama guru atau buku aja (Muthma’innah, Amri, dan Silitonga 2024).

Belajar bukan hanya tentang seberapa banyak materi yang kita hafal, tetapi bagaimana kita mengolah, memahami, dan menerapkan informasi tersebut dengan cara yang paling efektif. Setiap orang mempunyai kebutuhan dan gaya belajar yang berbeda, sehingga menemukan metode yang tepat jauh lebih berpengaruh daripada sekadar menguasai isi materi (Junita Nopitasari Butarbutar dan Dorlan Naibaho 2023). Strategi adalah taktik atau cara seorang pendidik untuk,melakukan kegiatan-kegiatan dalam pembelajaran yang mencakup metode dan teknik mengajar dalam proses belajar dan pembelajaran. Dengan menerapkan strategi belajar yang sesuai, proses belajar bisa jadi lebih mudah, lebih menyenangkan, dan tentu saja lebih bermakna (Betris Susi Yanti Simbolon dan Dorlan Naibaho 2023). Media pembelajaran juga merupakan salah satu hal yang penting dalam belajar. Media pembelajaran merupakan alat yang menunjang pendidik dalam proses belajar mengejar serta membantu menyampaikan pesan kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan dan meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penggunaan media pembelajaran tidak hanya memungkinkan pendidik aktif memberi materi kepada siswa, tetapi juga memungkinkan siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga memudahkan siswa menerima materi yang disampaikan pendidik dan meningkatkan kualitas pembelajaran (Wulandari dkk. 2023).
Ada beberapa cara media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa:
1. Membuat proses belajar mengajar menjadi mudah dan menarik; media pembelajaran memungkinkan pendidik untuk memberikan konten pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami kepada siswa. Untuk memudahkan siswa dalam memahami (Muriani, Rahmatika, dan Yeni 2023).
2. Efesiensi belajar siswa dapat ditingkatkan; siswa yang belajar menggunakan media belajar lebih efektif karena selaras dengan tujuan belajarnya.
3.Membantu siswa fokus belajar; menggunakan media pembelajaran yang menarik dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa membantu siswa menerima materi yang diberikan dan lebih fokus belajar di kelas.
4. Meningkatkan motivasi belajar siswa; media pembelajaran dapat memotivasi belajar siswa.
5. Memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh; Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya perlu memahami hal-hal abstrak yang diungkapkan guru, tetapi juga perlu memahami isi dengan kata-kata nyata.
6. Siswa dilibatkan dalam proses pembelajaran; agar proses pembelajaran di kelas dapat berjalan dengan sukses, tidak hanya guru saja yang harus berpartisipasi dalam proses pembelajaran tersebut (Masdar et al. 2024) .

Belajar bukan hanya tentang seberapa banyak materi yang kita hafal, tetapi bagaimana kita memahami, mengolah, dan menerapkan informasi secara efektif. Setiap siswa memiliki kebutuhan dan karakter belajar yang berbeda, sehingga menemukan cara belajar yang tepat jauh lebih berpengaruh pada pembubaran sekadar menguasai materi. Guru, strategi, dan media pembelajaran adalah komponen penting yang saling mendukung. Ketika semua elemen tersebut berjalan seimbang, proses belajar menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan berdampak jangka panjang. Dengan memahami bahwa belajar bukan soal nilai, kita mendorong siswa tumbuh menjadi pembelajar mandiri, kreatif, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Daftar Referensi
Betris Susi Yanti Simbolon dan Dorlan Naibaho. 2023. “Merencanakan Strategi Dan Metode Dalam Pembelajaran.” Jurnal Magistra 2(1):39–48. doi:10.62200/magistra.v2i1.73.
Junita Nopitasari Butarbutar dan Dorlan Naibaho. 2023. “Mampu Menggunakan Strategi Dan Metode Pembelajaran.” Nian Tana Sikka : Jurnal Ilmiah Mahasiswa 2(1):53–62. doi:10.59603/niantanasikka.v2i1.243.
Magdalena, Ina, Nurul Hidayati, Ratri Hersita Dewi, Sabgi Wulan Septiara, dan Zahra Maulida. 2023. “Pentingnya Evaluasi Dalam Proses Pembelajaran Dan Akibat Memanipulasinya.” MASALIQ 3(5):810–23. doi:10.58578/masaliq.v3i5.1379.
Masdar, A., K., L. Nadira, Y. Murnika, dan Wismanto. 2024. “Pemilihan Media Pembelajaran Yang Tepat Untuk Meningkatkan Hasil Pencapaian Belajar Peserta Didik.” Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan 1(3):76–85. doi:https://doi.org/10.62383/edukasi.v1i3. 243.
Muriani, Muriani, Desi Rahmatika, dan Dewi Fitri Yeni. 2023. “Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Digital Terhadap Hasil Belajar Siswa.” Magisma: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis 11(2). doi:10.35829/magisma.v11i2.318.
Muthma’innah, M., F. Amri, dan F. Silitonga. 2024. “Peningkatan Efektivitas Pembelajaran Melalui Strategi Pembelajaran.” Tadribuna: Jurnal Pendidikan Manajemen Islam 4(2).
Putra, A., Y. Tensa, dan S. Erita. 2020. “Analisis Penalaran ProporsionalL Siswa Dengan Gaya Belajar Auditori Dalam Menyelesaikan Soal Perbandingan.” Jurnal Pendidikan 2(4):323–30.
Rahmalika Putri dan Marsofiyati Marsofiyati. 2024. “Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Prestasi Peserta Didik.” Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan 1(3):146–61. doi:10.62383/edukasi.v1i3.322.
Rahmanda, Febby, Riska Tanti, Revina Voseka, Syarifah Rizkia, Adella Rahmadi Putri, dan Intan Dwi Hayu. 2023. “Pengaruh Sikap Guru Pada Keberhasilan Belajar Siswa Di Sekolah Dasar 55/Sridadi.” MASALIQ 3(2):313–18. doi:10.58578/masaliq.v3i2.925.
Wulandari, Amelia Putri, Annisa Anastasia Salsabila, Karina Cahyani, Tsani Shofiah Nurazizah, dan Zakiah Ulfiah. 2023. “Pentingnya Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar Mengajar.” Jurnal Pendidikan 5(2):3928–36. doi:10.31004/joe.v5i2.1074.

























