11 Desember 2025 Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu menerima kunjungan resmi dari perwakilan Kantor Wiliayah Kementerian Agama (Kemenag) Bengkulu dalam rangka koordinasi persiapan pelaksanaan perayaan Natal tahun 2025 bagi warga binaan pemasyarakatan. Kedatangan tim Kemenag disambut langsung oleh Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando yang diwakili oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rafi Rizaldi.
Dalam kesempatan itu, kedua pihak membahas berbagai hal teknis terkait pelaksanaan ibadah Natal, mulai dari kebutuhan pembinaan kerohanian, penyiapan tenaga rohaniwan, penyusunan jadwal ibadah, hingga kelengkapan sarana dan prasarana pendukung yang diperlukan. Koordinasi ini juga mencakup pengaturan keamanan agar pelaksanaan kegiatan keagamaan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas rutin di dalam rutan.
Rafi menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan hak-hak keagamaan kepada seluruh warga binaan, termasuk mereka yang akan merayakan Natal. “Kegiatan keagamaan merupakan bagian penting dari proses pembinaan, karena dapat menjadi sarana refleksi, memperkuat moral, serta membangun kesadaran diri bagi warga binaan. Oleh karena itu, Rutan Bengkulu menyambut baik inisiatif Kemenag untuk terlibat langsung dalam persiapan teknis,” ujar Rafi.
Sementara itu, perwakilan Kemenag Bengkulu menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan di lembaga pemasyarakatan yang rutin dilakukan setiap tahun. Kemenag menekankan pentingnya memberikan pelayanan keagamaan yang setara kepada seluruh masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pidana. Dalam pertemuan itu juga dibahas rencana pelaksanaan ibadah Natal bersama, kemungkinan penyuluhan atau renungan rohani, serta dukungan materi liturgi yang dibutuhkan.
Selain membicarakan teknis pelaksanaan ibadah, kedua pihak turut mengevaluasi kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya untuk memastikan perayaan Natal tahun 2025 dapat berlangsung lebih baik. Beberapa hal yang menjadi sorotan antara lain pengaturan jumlah peserta, pemanfaatan ruang ibadah yang tersedia, serta penerapan protokol keamanan yang sesuai standar.
Dengan adanya koordinasi ini, Rutan Bengkulu dan Kemenag Bengkulu berharap pelaksanaan Natal 2025 bagi warga binaan dapat berjalan dengan lebih terstruktur, tertib, dan mampu memberikan dampak positif bagi proses pembinaan spiritual di lingkungan pemasyarakatan.

























