Yogyakarta, siaran-berita.com — Pipit Haryani, seorang pendidik sekaligus pengurus aktif di Pusat Studi Siyasah dan Pemberdayaan Masyarakat (PS2PM) Yogyakarta, resmi menyandang gelar Magister Pendidikan (M.Pd) dari Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Gelar tersebut diperolehnya usai mengikuti Sidang Yudisium yang digelar pada Kamis (31/7/2025) di kampus UNY.
Pipit yang sehari-hari mengajar di SMA Negeri 8 Yogyakarta ini dikenal sebagai sosok guru yang berdedikasi tinggi dalam dunia pendidikan. Selain aktif membina siswa di sekolah, ia juga turut terlibat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui PS2PM, lembaga yang bergerak dalam isu-isu sosial, pendidikan, dan pemberdayaan.
Dalam penyelesaian studinya, Pipit berhasil mempertahankan tesisnya yang berjudul “Pengaruh Stres Akademik dan Kecanduan Smartphone terhadap Prokrastinasi Akademik pada Siswa SMA Negeri di Kota Yogyakarta”, di hadapan dewan penguji pada bulan Juni 2025 lalu. Tesis ini menggambarkan perhatian dan keprihatinannya terhadap dinamika psikologis dan perilaku belajar siswa di tengah era digital dan tekanan akademik yang kian kompleks.
Melalui penelitiannya, Pipit menyajikan data dan analisis yang menunjukkan adanya korelasi signifikan antara tingkat stres akademik dan intensitas penggunaan smartphone dengan perilaku menunda-nunda tugas (prokrastinasi) di kalangan pelajar. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam merancang strategi bimbingan dan konseling yang lebih relevan dengan kebutuhan siswa masa kini.
“Ijazah ini bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi bentuk tanggung jawab untuk terus belajar dan membimbing siswa dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan manusiawi,” ujar Pipit saat diwawancarai usai yudisium.
Di tengah peran sebagai ibu dari dua anak dan istri dari Dedi Riyanto, Pipit tetap konsisten melanjutkan pengabdiannya di bidang pendidikan, sembari mengembangkan kapasitas dirinya sebagai konselor dan pembina siswa. Ia juga menyatakan bahwa studi magisternya telah membekali wawasan baru untuk mendampingi generasi muda menghadapi tantangan sosial, emosional, dan akademik.
Rekan-rekan sejawat dan pengurus PS2PM turut memberikan apresiasi dan ucapan selamat atas pencapaian akademik yang diraih Pipit. “Kami bangga atas keberhasilan Pipit. Ia menjadi teladan bahwa menjadi pendidik bukan hanya soal mengajar, tetapi juga terus belajar dan bertumbuh,” ujar Prof Yusdani selaku Direktur PS2PM.
Dengan raihan gelar ini, Pipit Haryani menjadi salah satu figur pendidik muda Yogyakarta yang diharapkan mampu memperkuat peran guru sebagai pendamping tumbuh kembang siswa, baik dalam aspek akademik, sosial, maupun mental emosional, di tengah era disrupsi digital yang terus berkembang. (JA)